sebuah tulisan yang tak ingin aku membuatnya.

Sabtu, 17 April 2010

Oleh: Kaka Dens Kuswandi

Aku tidak pernah merencanakan untuk membuat tulisan seprti ini
namun entah mengapa, jari jemariku dengan sendirinya bergerak
mengetik huruf demi huruf, kata demi kata,
hingga membentuk sebuah kalimat yang mengungkapkan segala isi dihati.

wahai kawan, ternyata memang tidak mudah menjalani hidup ini,
banyak sekali kerikil-kerikil kecil yang menghalangi perjalanku.
duri-duri tajam sudah tidak asing lagi bagiku.

hingga suatu saat aku sadar,
bahwa memang perjalanan menuju puncak Gunung itu tidaklah menyenagkan.
banyak khal yang bisa melumpuhkan semangat kita,
dan terkadang ada juga orang yang menganggap aku gila,
tersenyum dengan angkuh, bahkan banyak juga orang yang menertawakanku.
itu semua mungkin karena gunung yang ingin aku tempuh adalah gunung yang sangat tinggi.

mereka selalu berpikir bahwa orang seperti aku ini tidak mungkin untuk bisa sampai di puncak gunung itu.
tapi aku tetap bertahan dan terus mempertahankan cita-cita dan semangat yang aku miliki.

mereka sering sekali berkata:
kamu tidak akan pernah menjadi orang yang berhasil hanya dengan modal semangat saja.
kesuksesan manusia itu sudah di tentukan oleh yang di atas.
takdir kamu itu cuman segini, sudahlah terima takdirmu yang di berikan oleh tuhanmu.

semua cemoohan itu aku terima dengan senyum yang lebar :D

karena aku yakin, bahwa takdir itu MANUSIA yang membuatnya,
Kita lah sendiri yang membuat takdir kita sendiri.

ya..... aku yakin itu, yakin, 100% Yakin.
bahwa manusialah yang membuat takdirnya sendiri.

"BUKAN MAKHLUK LAIN"

jika kalian bertanya apa yang membuat takdir.?
Jawabannya sangat sederhana.
yaitu "KEBIASAAN"

kebiasaanlah yang menciptakan takdir kita.

Contoh:

jika kalian seorang karyawan yang bekerja setiap pagi dan pulang kerja di sore hari.
itulah kebiasaan seorang karyawan.
dan takdir yang akan kalian dapatkan yaitu diakhir bulan kalian akan mendapatkan gaji,

coba kalau kalian seorang karyawan yang merubah kebiasaan yang bisanya berangkat kerja setiap hari
menjadi tidak pernah sama sekali bekerja.

bukankah takdir kalian juga akan berubah? "JADI GAK PUNYA DUIT"

ya itulah definisi takdir bagiku.

intinya, mulailah membuat kebiasaan baik dari sekarang.
jika kita sudah bisa memulai kebisaan baik,
itu berarti kita juga sedang membuat takdir yang baik pula untuk hidup kita.


"SELALU BERPIKIR FOSITIVE" & "SELALU SEMANGAT"



"Salam"

Tips Balikan Sama Mantan Pacar

Sabtu, 13 Februari 2010

Kali ini saya punya Tips bagaimana Balikan Sama Mantan Pacar

Berikut adalah 10 tips cara balikan sama mantan pacar.
Bagaimana cara balikan sama mantan pacar? Balikan sama mantan pacar memang susah-susah gampang. Susahnya kalau pas dulu putus sama pacar kamu dengan cara-cara yang tidak baik. Pasti menimbulkan rasa sakit hati, patah hati. Entah itu lewat perselingkuhan, pertengkaran yang hebat dengan pacar, atau apalah namanya. Tapi, balikan sama mantan pacar bisa jadi lebih mudah sebab kita sudah mengenal target sebelumnya. Apa kebiasaannya, apa hobinya, apa yang dia suka dan yang tidak dia suka.

Nah, buat kamu yang lagi CLBK alias 'cinta lama bau ketek'. Eh, cinta lama bersemi kembali ding..! Saya punya cara jitu untuk bisa balikan sama mantan pacar kamu. Tips balikan sama mantan pacar ini sudah saya praktekan sendiri dan terbukti ampuh. Penasaran, bagaimana cara balikan sama mantan pacar yang terbukti ampuh ini..? Cekidot..!

Dia belum punya pacar baru
Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum kamu memutuskan untuk balikan sama mantan pacar kamu. Yakinlah kalau dia masih single alias jomblo alias tidak punya pacar. Cari info sebanyak-banyaknya dan pastikan dia nggak punya pacar atau gebetan baru. Kalau sudah punya pacarmendingan jangan deh... Tapi kalau belum, lanjutkan..!

Sabar dan pantang menyerah
Ini adalah dua sikap yang harus dimilikki oleh para clbk lovers untuk bisa balikan sama mantan pacar. Karena semua ini jelas membutuhkan kesabaran. tidak bisa instan. kalau pingin yang instan, silakan makan saja mie instan. Oke, kalau kamu nggak memiliki kedua sikap itu, lebih baik mundur saja. Karena semua itu akan sia-sia. Tapi,kalau kamu sduah memilikinya, sabar dan pantang menyerah, lanjutkan..!

Tahap PDKT
muncul secara tiba-tiba di depan mantan pacar kamu dan langsung ngajak balikan adalah cara paling bodoh yang pernah ada. Bukannya dia mau balikan sama kamu, yang ada kamu malah dapat sumpah serapah dari dia. Wakakakakkakkkk.....!!!
Kamu harus mulai dari awal.

Kirim SMS
Mulailah dengan mengirim SMS. Isi SMS jangan jangan dulu terlalu dalam.Cukup say hy atau sekedar menanyakan kabar saja. Beri dia waktu untuk mengingat kamu lagi. Intinya adalah supaya dia nggak kaget dengan kehadiran kamu lagi. Lakiukan ini dalam beberapa hari.

Skenario kebetulan bertemu
Buatlah sebuah kondisi di mana kamu bisa kebetulan bertemu dengan mantan pacar kamu itu. Pura-puranya kebetulan bertemu. Misal kamu pura-pura kebetulan lewat di tempat dia biasa nongkrong, kebetulan bertemu di mall atau di depan kampusnya dia. Skenario kebetulan (pada bebrapa orang ) membuat mereka berfikir bahwa itu sebuah takdir. Nah, ada bebrapa hal yang harus kamu perhatikan di sini. Kamu harus tampil lebih baik dari saat masih pacaran sama dia dulu.

Mulai jurus telepon
Sekarang mulai ke jurus telepon untuk menjalin kedekatan sama doi. Kalau mantan pacar kamu sudah memberikan respon yang positif atas kehadiran kamu. Dan dia sudah bisa menerima kehadiran kamu lagi dalam hatinya, baru deh ajak ketemuan. Atau kamu boleh main ke rumah dia, tentu dengan seijin dia dulu.

Tahap carmuk alias cari muka
Loh, emang mukamu kemana..? Ilang yah..? hehe, bukan gitu pastinya, cari muka di sini adalah cari perhatian dari dia. Khan tadi udah PDKT tuh..!

Beri perhatian lebih
Carilah perhatiannya dengan memberikan dia perhatian. Beri perhatian lebih sama dia dari saat kalian pacaran dulu. Ini akan semakin membuka hati dia buat kamu.

Dukung hobinyaCari tahu apa yang dia suka.
Ini nggak akan sulit buat kamu, secara kamu sudah pernah pacaran sama dia. Pastinya kamu tahu apa yang dia suka dan apa yang tidak dia suka, kan..? Kecuali kalau dulu kamu cuek banget, nggak perduli sama dia. wah, parah nih..!
Kalau bisa kamu juga belajr sedikit banyak tentang apa yang dia suka. Dukung hobinya. Supaya kalau berduaan sama dia, kamu punya topik yang bikin dia merasa tertarik.

Kenal sama temennya
Ini sangat penting. Mantan pacar kamu pasti akan meminta pendapat temen-temennya mengenai kamu. Nah, kalau kamu memberi kesan yang positif di mata temen-temennya dia, tentu temennya itu bakalan ngasih respon yang positif mengenai kamu. Merka akan ngasih pandangan yang baik tentang kamu.

Mendapatkan hatinya
Tahap selanjutnya adalah mendapatkan hatinya.
Yakinkan dia kalau selama ini kamu masih sayang sama dia. Dan kamu nggak bisa lepas dari dia.
yakinkan dia kalau kamu sduah berubah menjadi orang yang lebih baik. Dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan kesalahan yang dulu kamu pernah lakukan.
mengingatkan dia pada memori\kenangan indah saat dulu masih pacaran sama dia. Ini akan membuka hatinya buat kamu lagi.

Kalau semua itu sudah berjalan lancar. Tinggal nunggu momen yang pas buat nembak dia. Dia sudah ada dalam genggaman kamu. Selamat, kamu sudah berhasil balikan sama mantan pacar kamu. Ditunggu makan-makannya..! Haha....!!!!


"Salam"

Kaka Dens Kuswandi



training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum

Artikel Fositive

Sabtu, 16 Januari 2010

Setiap orang bersikap, bekerja, berjalan di atas kalimat-kalimat yang ia percaya. Pada kalimat-kalimat itulah kita bersandar dan menjalani kehidupan. Kita bisa juga menyebutnya paradigma!

Pertanyaannya: apakah anda tahu kalimat-kalimat apa yang aktif di dalam otak kita? Pada umumnya kalimat-kalimat yang menguasai jalan hidup kita itu bekerja secara otomatis dalam otak bawah sadar kita. Kalimat-kalimat itulah pikiran-pikiran kita. Ia kita akan mengejawantah dalam berbagai sikap, perilaku dan kebiasaan kita.

Bila kita merasa selalu gagal, maka sesungguhnya kalimat-kalimat kegagalan telah banyak menguasai pikiran kita. Bila kita sering merasa takut untuk memulai sesuatu, kalimat-kalimat itulah mendominasi otak kita.

Karena itu, bisa saya katakan jika kita merasa ada yang salah dalam diri kita, maka hal pertama yang harus kita obati adalah pikiran kita. Mungkin kita perlu meng-install ulang otak kita. Mengisinya dengan file-file baru, dengan kalimat-kalimat baru. Maka bila itu kita lakukan kita benar-benar bisa lahir baru kembali, menjadi manusia yang berbeda, menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi.Jadi mari kita install ulang otak kita! Diinstall dengan apa?

Instal-lah dengan kalimah-kalimat Ilahiyah. Instal-lah dengan kalimat-kalimat suci yang diturunkan Allah SWT untuk kita.

Ketika kita membaca Al Qur’an setiap hari, dengan pemahaman tentu saja, maka sesungguhnya kita telah menginstall kalimat-kalimat itu ke dalam pikiran kita. Ketika kita berdoa bermunajat kepada Allah SWT, sesungguhnya kita menginstall harapan-harapan dan keinginan-keinginan kita dalam bawah sadar kita. Ketika kita hanya mengatakan kalimat-kalimat positif saja setiap hari, maka kita telah menginstall file-file positif dalam diri kita.Sabda Rasulullah SAW, “Kalau kau beriman kepada Allah SWT dan Yaumul Akhir, katakan hanya kalimat-kalimat yang baik saja … kalau tidak lebih baik diam.”

penulis: nilna iqbal
Sumber: http://www.pustakanilna.com/install_kalimat/



training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Jumat, 15 Januari 2010

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 )
· Hubungan antara psikologi dengan guru
· Manajemen kelas : Perkembangan dan sosialisasi anak kepemimpinan dan dinamika kelompok, modelling, reward, punishment, extinction. Hasil – hasil penelitian manajemen kelas, persiapan dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
· Mengurai masalah belajar : pengertian, prinsip, perbedaan individu dalam belajar, model dan desain belajar dan prinsip pengajaran
· Pertumbuhan dan perkembangan dalam pendidikan : Prinsop dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan kepribadian, kreativitas dan aplikasinya dalam pendidikan
· Motivasi : Pengertian, teori dan aplikasinya dalam pendidikan
· Evaluasi dalam belajar : pengertian, macam, cara menyusun, prosedur penilaian, monitoring kemajuan siswa, validiras dan realibilitas penggunaan statistik dalam pengolahan hasil tes
Namun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) Ruang Lingkup psikologi pendidikan meliputi :
· Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup, tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan
· Pembawaaan
· Lingkungan fisik dan psikologis
· Perkembangan siswa
· Proses – proses tingkah laku
· Hakekat dan ruang lingkup belajar
· Faktor yang mempengaruhi belajar
· Hukum dan teori belajar
· Pengukuran pendidikan
· Aspek praktis pengukuran pendidikan
· Transfer belajar
· Ilmu statistik dasar
· Kesehatan mental
· Pendidikan membentuk watak / kepribadian
· Kurikulum pendidikan sekolah dasar
· Kurikulum pendidikan sekolah menengah
Menurut Elliot, dkk ( 1999 )
Introduction to edicational psychology :
· Educational psychology : teaching and learning
· Research and educational psychology
· Deversity in the classroom : Culture, Class, and Gender
The Development of student
· Cognitive and language development
· Psychosicial and moral development
· Excepcional students
Learning teori and practice
· Behavioral psychology and learning
· Cognitive psychology and learning
· Thingking skill and problem solving strategies
· Motivation in the classroom
Desaign and management of classroom instruction
· Planning for essential learning outcomes
· Effective teaching strategies and the desaign of instruction
· Classroom management : Organitation and control
· Teaching and technology
Assesment learning and evaluating education
· Teacher construction test and perfomance assesment method
· Standardized test and rating scale in the classroom
Manfaat Psikologi Pendidikan
Menurut Moh Surya ( 1972 )
· Untuk membantu para guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan dan profesinya
Menurut Chaplin ( 1972 )
· Untuk membantu memcahkan masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan yang meliputi guru, siswa, materi, metode, dalam masalah belajar – mengajar
Terdapat beberapa macam – macam kegiatan yang memerlukan prinsip psikologis :
· Seleksi penerimaan siswa baru
· Perencanaan pendidikan
· Penyusun kurikulum
· Penelitian kependidikan
· Administrasi kependidikan
· Pemilihan materi pelajaran
· Interaksi belajar – mengajar
· Pelayanan bimbingan dan konseling
· Evaluasi belajar






training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum

dens permana - ICQ.com

Kamis, 14 Januari 2010

Poeple Skill >> Belajar Memahami Orang Lain

Rabu, 13 Januari 2010

Sebagai pemimpin usaha, mengertikah kita bagaimana cara `membakar’ motivasi para pegawai kita? Sebagai ibu, kita sering bingung nggak habis pikir plus pusing oleh watak keras kepala anak-anak kita?! Tak jarang pula, sebagai suami kita terus-terusan bertengkar sama istri yang padahal juga kita sayangi dan cintai?Adakah `zat kimia’ tertentu atau pola tertentu yang mempengaruhi sifat, sikap dan reaksi kita dan merasa dalam menghadapi berbagai situasi… sehingga kita bisa lebih berdamai dan mengerti mengapa semua reaksi itu terjadi? Bukankah akan lebih nikmat hidup ini kalau kita satu sama lain saling memahami?

Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain.Kita akan jadi mengerti mengapa suami kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita atur rapi. Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji… dan hebatnya dengan mudah pula ia melupakannya, “Oh ya, saya lupa”katanya sambil tertawa santai. Kita juga akan mudah mengerti mengapa istri kita nggak mau dengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah,cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.

Yang pertama, kata Florence adalah golongan Sanguinis, “Yang Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senangsekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.

Lain lagi dengan tipe kedua, golongan melankoli, “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli’ anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

Ketiga, manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang, bahkan orang tua sekalipun. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa sajaia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orangberusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.

Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, sang Phlegmatis “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.

Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah parapendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, andaharus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.

Mencoba Mengerti Orang Lain

Nah, sekarang anda masuk golongan mana? Coba baca dan amati istri, suami atau anak-anak anda, mereka golongan apa?Jangan-jangan anda sekarang mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan anda bertingkahlaku “seperti itu” selama ini. Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.


Ya, tapi apakah persis begitu? Tentu saja tidak. Florence Litteur, berdasarkan penelitiannya bertahun-tahun telah melihat bahwa ternyata keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang beda hanyalah `kadar’nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia.

Ada orang yang tergolong Koleris Sanguinis. Artinya kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris sanguinis ini. Ia suka mengatur-atur orang, tapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).

Ada pula golongan Koleris Melankolik. Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya iatak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam. Sehingga kadang serasa diintrogasi, sebab memang ia ingin sempurna, tahu secara lengkap dan agak dingin. Menghadapi orang koleris melankolik, anda harus fahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.

Lain lagi dengan kaum Phlegmatis Melankolik. Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat… semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.

Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan’ pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana.

Begitu pula saat menerima calon pegawai. Untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, jauh lebih baik anda tempatkan orang-orang yang melankolik sempurna. Sedang di bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu jauh lebih tepat anda tempatkan orang-orang sanguinis. Lalu jangan posisikan orang-orang phlegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan. Hasilnya pasti akan amat mengecewakan.

Begitulah, manusia memang amat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, diantara semua watak itu, mana yang paling baik? Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik. Tanpa orangsanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.

Yang penting bukan mana yang terbaik. Sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya kaum sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukansegera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai goal-nya, atau `membakar’ sang phlegmatis agar segera bertindak saat itu juga.”Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)!

penulis: Nilna Iqbal

Sumber: http://www.pustakanilna.com/personality_plus/


training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum

Psikologi Pendidikan >> Kekuatan Indera Manusia

Selasa, 12 Januari 2010

Menurut Prof. Wilhem Neuhaus, manusia telah merusak ketajaman penciumannya, sehingga berada dibawah kemampuan hewan yang paling primitif sekalipun. Anjing pelacak polisi mampu mencium bau – bauan yang jaraknya jauh dan ketajamannya sejuta kali ketajaman manusia. Seorang yang pekerjaannya banyak berhubungan dengan bau–bauan akan dapat mengembangkan penciuman sedemikian rupa, sehingga sulit dipercaya. Misalnya seorang ahli kimia pembuat parfum, dapat membedakan dengan cepat lima ribu macam bau – bauan. Dan menurut para ahli, orang yang penciumannya paling peka didunia, dapat membedakan dua belas ribu bau – bauan. Mengapa kita tak dapat melakukannya?

Potensi dari daya pencium kita adalah 120 kali lebih sensitive dari alat perasa kita. Ukuran hidung tak ada hubungannya sama sekali dengan kepekaan daya penciuman kita. Karena bagian yang menonjol dari hidung, seperti lubang hidung, samasekali tak mampu mencium apa – apa. Penciuman dilakukan oleh hidung bagian dalam yang terletak dibelakang mata,diatas dinding mulut.

Molekul bau – bauan dalam bentuk gas yang berjalan, meski dalam udara yang diam sekalipun, masuk kedalam bagian sel penciuman yang menimbulkan suatu reaksi kimia. Tidak seperti mata dan telinga, yang mampu memberikan respons pada getaran tertentu dan jarak getar yang tepat. Menurut suatu teori, makin bertambah tua kita, makin berkuranglah ketajaman alat penciuman kita. Anak yang berumur enam tahun mampu membedakan bau – bauan dua kali lebih banyak dari pada yang dapat dilakukan oleh orang berumur 36 tahun. Karena anak kecil sangat senang mencium bau – bauan yang ada disekitarnya.

Seorang ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan mengatakan, bahwa dengan hanya mempunyai keinginan untuk mencium bau – bauan yang ada di sekeliling kita, kita dapat memperbaiki ketajaman penciuman kita sampai dua puluh lima persen.

Di suatu laboratorium parfum di Perancis bekerjalah Paul Eymelin yang penciumannya paling sensitive di dunia. Dia mampu membedakan sebanyak 12 ribu macam bau – bauan, dan dapat mengetahui bau parfum yang paling eksklusif sekalipun. Ahli parfum Inggris mempunyai ketajaman yang luar biasa lagi. Dia dapat mengenal bau parfum wanita yang duduk tiga baris dibagian depan pada pertunjukan konser. Seorang ahli parfum lainnya juga mampu menduga makanan utama apa yang terdapat dalam menu di suatu restoran, ketika dia membuka pintu restoran.

Para ahli Universitas Milan mengatakan, bahwa “rasa” bau diakibatkan adanya molekul yang tak nampak mendarat pada rambut halus dalam hidung. Rambut itu kemudian mencengkram molekul tadi selanjutnya terjadilah proses bau.

Makanan yang baunya sama, akan mempunyai rasa yang sama pula. Hal ini dapat Anda buktikan: cobalah ambil seiris kentang dan seiris apel. Tutuplah mata dan hidung Anda, kemudian makanlah. Anda tak akan dapat membedakan mana yang kentang dan mana yang apel.

Baru – baru ini perusahaan internasional dalam hal pencampuran makanan, mencoba memproduksi kopi. Warnanya seperti kopi, rasanya juga seperti kopi, tetapi baunya tidak seperti kopi. Penelitian yang dilakukan terhadap seribu orang wanita, ternyata hampir secara serempak menolak produksi itu.

Dr. Gustav Morler dari departemen kesehatan Munich University berkata, “Itulah sebabnya, jika anda meminum secangkir teh dan mengharapkan mempunyai rasa kopi, akan terasa enak. Sebab anda mencicipi kopi sebelum benar – benar lidah anda merasakannya.”

Contoh lain misalnya penelitian yang dilakukan oleh perusahaan minuman yang memberikan minuman berwarna seperti “strawberry” kepada beberapa orang. Setelah mereka minum dan kepadanya ditanyakan, apa yang ia minum, tanpa ragu-ragu mereka menjawab: “strawberry”, padahal yang mereka minum adalah “lemon squash”.

Kita manusia memiliki serat-serat perasa yang lebih sedikit dari hampir semua binatang. Manusia mempunyai “serat perasa” sebanyak 10 ribu buah, sedangkan sapi mempunyai 25 ribu buah.

Daya rasa kupu–kupu dua ratus kali lebih tajam dari perasa kita, burung 450 kali dan ikan 500 kali, dan lebih mampu mengenal rasa sesuatu paling sedikit 20 kali lebih cepat dari yang dapat dilakukan oleh manusia, misalnya ada empat rasa yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Kita dapat merasakan suatu bagian kinine pada dua juta bagian air. Kita hanya membutuhkan waktu rata rata 0,307 detik untuk membedakan rasa asin, 0,446 detik untuk merasakan rasa manis, 0,536 detik untuk asam dan 1,083 detik untuk merasakan pahit. Padahal perasaan kita tetang pahit adalah paling tajam dari makhluk-makhluk lainnya.

Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh London Hospital School of psychology, kelezatan suatu makanan tergantung pada atau dipengaruhi oleh warna makanan itu.

Di suatu ruang perjamuan lampu penerangannya dibuat sedemikian rupa, sehingga makanan yang tersedia berubah warnanya: ungu untuk warna daging, sop menjadi hitam, dan warna kentang menjadi hijau. Akibatnya tak satu pun dari tamu-tamu yang diundang makan dapat menghabiskan makanan yang dijamukan. Beberapa orang hanya bisa makan dua sendok saja, padahal masakan yang disediakan itu adalah istimewa. Begitu penerangan dinormalkan kembali, selera makan para tamu segera bertambah melihat makanan itu.

Cobalah lebih banyak mendengar

Akhirnya kita akan mencoba mengetahui kekuatan kita dalam mendengar. Seorang bernama william dikatakan hampir mendekati jenius, karena ia dapat hapal nama, alamat dan susu yang dipesan oleh para langganan sebanyak tiga ribu orang tanpa melihat daftar langganan.

Sebenarnya William tidak mempunyai pendengaran yang luar biasa. Dia hanya menanyakan apa yang diinginkan para langganan dan mendengarkan baik-baik apa yang dikatakan para langganan itu. Dengan demikian, dia termasuk di antara 25 persen penduduk elite yang mampu mendengarkan apa yang sebenarnya dia dengar.

Kebanyakan kita kurang dari 50 persen dapat mengingat apa yang telah dikatakan orang lain sesudah 20 detik pembicaraan selesai. Sepuluh menit kemudian masih untung kalau kita mampu mengingat 30 persen dari percakapan yang kita dengar tadi. Ini berarti dari 18 juta perkataan yang kita dengar pertahun, 12 juta begitu masuk telinga kiri, begitu keluar telinga kanan. Hal ini bukan berarti kita tuli, melainkan karena kita telah banyak berbicara daripada mendengar.

Sebenarnya mendengarkan itu tidak semudah seperti dugaan kita. Kebanyakan kita beranggapan, bahwa mendengarkan itu adalah suatu kegiatan yang sangat pasif, padahal merupakan suatu proses yang keaktifannya tinggi.

Seorang psikolog mengatakan, “Paling sedikit empat puluh persen dari pertengkaran-pertengkaran yang terjadi, di rumah maupun di sekolah, ditimbulkan karena salah dengar.”

Kita terlalu banyak melihat daripada mendengarkan. Nama dan informasi-informasi yang penting sering dilupakan, karena kita terlalu terhimbau oleh tampang orang yang memberikan informasi itu. Sering kita merasa yakin tentang apa yang dikatakan oleh pembicara, sehingga kita mendengarkan sepintas saja. Pikiran kita berpacu sepuluh kali lebih cepat daripada apa yang dapat kita ucapkan. Pada saat kita sedang menanti kata yang akan diucapkan orang, otak kita telah berada bermil-mil jauhnya.
“Mendengarkan adalah suatu seni,” kata seorang konsultan Auren Uris. “Dan itu dapat digunakan untuk mempengaruhi seseorang, sama halnya seperti pembicaraan, jika kita gunakan dengan cara yang jitu.”

Sukses diplomatik Mr. Robertson waktu membicarakan masalah perdamaian dengan presiden Korea Selatan Syngman Rhee untuk mengakhiri peperangan dengan Korea Utara puluhan tahun yang lampau adalah “mendengarkan baik–baik apa yang dikatakan oleh Rhee dengan penuh perhatian.” Para anggota parlemen terkejut sewaktu Rhee bagaikan mendadak menjadi lunak dan menyatakan bersedia membicarakan perdamaian di Korea Utara. Dia sadar, bahwa dia sedang menghadapi orang yang luar biasa, yaitu orang yang bersedia mendengar!

Presiden Lyndon Jhonson di kantornya di Gedung Putih menggantungkan kata-kata begini: “Janganlah Anda belajar sesuatu ketika sedang bercakap-cakap!”

Kita perlu sejak dini lebih banyak mendengar. Cobalah! Anda akan lihat sendiri hasilnya.

*** by : Nilna Iqbal
Sumber: http://www.pustakanilna.com/kekuatan-indera-manusia/



training center | pelatihan humas | pelatihan jurnalistik | workshop jurnalistik | psikologi | psikologi kepribadian | psikologi pendidikan | psikologi sosial | psikologi anak | psikologi umum

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda FazaniDistributed by CahayaBiru.com
 
FaceBlog © Copyright 2009 Computers and Internet Education | Blogger XML Coded And Designed by Edo Pranata